Selasa, 18 Oktober 2011

Awas Bacaan Tidak Akan sampai Kepada Mayat

Posted By Mbahlalar In Ngaji Serius |
PERMASALAHAN QAUL

MASYHUR DALAM MADZHAB

IMAM ASY-SYAFI'I YANG

MENYATAKAN TIDAK

SAMPAINYA BACAAN KEPADA

MAYAT

Pernyataan
qaul
masyhur
bahwa
pahala bacaan al-Qur'an tidak

sampai kepada orang mati

adalah tidak mutlak
, itu
karena ada qaul lain dari Imam
asy-Syafi'i sendiri yang
menyatakan sebaliknya.
Disinilah kita perlu memahami
sebuah kalimat ungkapan
karakter bahasa, sebenarnya
jika kita mau sedikit
meluangkan Akal untuk sedikit
berpikir, maka Ungkapan
seperti itu tidak akan membuat
kita heran, kenapa? karena
memang sudah semestinya jika
bacaan apapun tidak akan

sampai pada Mayat!!
bahkan
tidak hanya bacaan saja, semua
amalan kita tidak akan sampai
ke orang lain, atau mayat.
Namun Pemikiran Salafi/
Wahhabi tidak terbuka untuk
ini rupanya. Demikian juga
Perkataan jelek atau amalan
jelek kita juga tidak akan
sampai atau di bebankan
kepada Orang lain atau Mayat,
jika memang amalan jelek kita
itu tidak ada sangkut pautnya
dg Orang lain tersebut atau
Mayat itu sendiri. Jadi Amalan
kita itu sampai atau tidaknya
berhubungan dengan kondisi
dan hal-hal tertentu, seperti
perkataan beliau Imam Syafi'i :
ﻗﺎﻝﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻰ:ﻭﺃﺣﺐﻟﻮﻗﺮﺉﻋﻨﺪ
ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻭﺩﻋﻰ ﻟﻠﻤﻴﺖ
"asy-Syafi'i berkata : aku
menyukai sendainya
dibacakan al-Qur'an
disamping qubur dan
dibacakan do'a untuk
mayyit" [1]
Demikianlah kita harus
memahami Perkataan
seorang Pembesar Agama
Islam sekaliber Imam Syafi,i
melalui para Ulama yang
lain, entahlah jika Mereka
Mendaulat Dirinya Setara
Dengan Imam Syafi,i?
Juga disebutkan oleh al-
Imam al-Mawardi, al-Imam
an-Nawawi, al-Imam Ibnu
'Allan dan yang lainnya
dalam kitab masing-masing
yang redaksinya sebagai
berikut :
ﻗَﺎﻝَﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻲُّﺭَﺣِﻤﻪُﺍﻟﻠَّﻪ:ﻭﻳُﺴْﺘَﺤَﺐُّ
ﺃﻥْﻳُﻘﺮَﺃَﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺷﻲﺀٌﻣِﻦَﺍﻟﻘُﺮﺁﻥِ،ﻭَﺇﻥ
ﺧَﺘَﻤُﻮﺍ ﺍﻟﻘُﺮﺁﻥ ﻋِﻨْﺪﻩُ ﻛﺎﻥَ ﺣَﺴﻨﺎً
"Imam asy-Syafi'i
rahimahullah berkata :
disunnahkan agar membaca
sesuatu dari al-Qur'an disisi
quburnya, dan apabila
mereka mengkhatamkan al-
Qur'a disisi quburnya maka
itu bagus" [2]
Kemudian hal ini dijelaskan
oleh 'Ulama Syafi'iyah
lainnya seperti Syaikhul
Islam al-Imam Zakariyya al-
Anshari dalam dalam Fathul
Wahab :
ﺃﻣﺎﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓﻓﻘﺎﻝﺍﻟﻨﻮﻭﻱﻓﻲﺷﺮﺡ
ﻣﺴﻠﻢﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭﻣﻦﻣﺬﻫﺐ
ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲﺃﻧﻪﻻﻳﺼﻞﺛﻮﺍﺑﻬﺎﺇﻟﻰ
ﺍﻟﻤﻴﺖﻭﻗﺎﻝﺑﻌﺾﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎﻳﺼﻞ
ﻭﺫﻫﺐﺟﻤﺎﻋﺎﺕﻣﻦﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀﺇﻟﻰﺃﻧﻪ
ﻳﺼﻞﺇﻟﻴﻪﺛﻮﺍﺏﺟﻤﻴﻊﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕﻣﻦ
ﺻﻼﺓﻭﺻﻮﻡﻭﻗﺮﺍﺀﺓﻭﻏﻴﺮﻫﺎﻭﻣﺎ
ﻗﺎﻟﻪﻣﻦﻣﺸﻬﻮﺭﺍﻟﻤﺬﻫﺐﻣﺤﻤﻮﻝ
ﻋﻠﻰﻣﺎﺇﺫﺍﻗﺮﺃ ﻻﺑﺤﻀﺮﺓﺍﻟﻤﻴﺖ ﻭﻟﻢ
ﻳﻨﻮﺛﻮﺍﺏﻗﺮﺍﺀﺗﻪﻟﻪﺃﻭﻧﻮﺍﻩﻭﻟﻢﻳﺪﻉ
ﺑﻞﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﺒﻜﻲﺍﻟﺬﻱ ﺩﻝﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺨﺒﺮ
ﺑﺎﻻﺳﺘﻨﺒﺎﻁﺃﻥﺑﻌﺾ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥﺇﺫﺍ ﻗﺼﺪ
ﺑﻪﻧﻔﻊﺍﻟﻤﻴﺖﻧﻔﻌﻪﻭﺑﻴﻦﺫﻟﻚﻭﻗﺪ
ﺫﻛﺮﺗﻪ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﺮﻭﺽ
"Adapun pembacaan al-
Qur'an, Imam an-Nawawi
mengatakan didalam Syarh
Muslim, yakni masyhur dari
madzhab asy-Syafi'i bahwa
pahala bacaan al-Qur'an
tidak sampai kepada mayyit,
sedangkan
sebagian ashhab
kami menyatakan sampai,
dan kelompok-kelompok
'ulama berpendapat bahwa
sampainya pahala seluruh
ibadah kepada mayyit
seperti shalat, puasa,
pembacaan al-Qur'an dan
yang lainnya. Dan apa yang
dikatakan sebagai qaul
masyhur dibawa atas
pengertian apabila
pembacaannya tidak di
hadapan mayyit, tidak
meniatkan pahala
bacaannya untuknya atau
meniatkannya, dan tidak
mendo'akannya bahkan
Imam as-Subkiy berkata ;
"yang menunjukkan atas hal
itu (sampainya pahala)
adalah hadits berdasarkan
istinbath bahwa sebagian
al-Qur'an apabila
diqashadkan (ditujukan)
dengan bacaannya akan
bermanfaat bagi mayyit dan
diantara
yang demikian,
sungguh telah di
tuturkannya didalam syarah
ar-Raudlah". [3]
Syaikhul Islam al-Imam Ibnu
Hajar al-Haitami didalam al-
Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubraa:
ﻭﻛﻼﻡﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ–ﺭﺿﻲﺍﻟﻠﻪﻋﻨﻪ–
ﻫﺬﺍﺗﺄﻳﻴﺪﻟﻠﻤﺘﺄﺧﺮﻳﻦﻓﻲﺣﻤﻠﻬﻢ
ﻣﺸﻬﻮﺭﺍﻟﻤﺬﻫﺐﻋﻠﻰﻣﺎﺇﺫﺍﻟﻢﻳﻜﻦ
ﺑﺤﻀﺮﺓ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﺃﻭ ﻟﻢ ﻳﺪﻉ ﻋﻘﺒﻪ
"dan perkataan Imam asy-
Syafi'i ini (bacaan al-Qur'an
disamping mayyit/kuburan)
memperkuat pernyataan
ulama-ulama Mutaakhkhirin
dalam membawa pendapat
masyhur diatas pengertian
apabila tidak dihadapan
mayyit atau apabila tidak
mengiringinya dengan
do'a". [4]
Lagi, dalam Tuhfatul
Muhtaj :
ﻗﺎﻝﻋﻨﻪﺍﻟﻤﺼﻨﻒﻓﻲﺷﺮﺡﻣﺴﻠﻢ:
ﺇﻧﻪﻣﺸﻬﻮﺭﺍﻟﻤﺬﻫﺐﻋﻠﻰﻣﺎﺇﺫﺍﻗﺮﺃ
ﻻﺑﺤﻀﺮﺓﺍﻟﻤﻴﺖﻭﻟﻢﻳﻨﻮﺍﻟﻘﺎﺭﺉ
ﺛﻮﺍﺏ ﻗﺮﺍﺀﺗﻪ ﻟﻪ ﺃﻭ ﻧﻮﺍﻩ ﻭﻟﻢ ﻳﺪﻉ ﻟﻪ
"Sesungguhnya pendapat
masyhur adalah diatas
pengertian apabila
pembacaan bukan
dihadapan mayyit
(hadlirnya mayyit),
pembacanya tidak
meniatkan pahala
bacaannya untuk mayyit
atau meniatkannya, dan
tidak mendo'akannya untuk
mayyit".[5]
Oleh karena itu Syaikh
Sulaiman al-Jumal didalam
Futuuhat al-Wahab
(Hasyiyatul Jumal)
mengatakan pula sebagai
berikut :
ﻭﺍﻟﺘﺤﻘﻴﻖﺃﻥﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓﺗﻨﻔﻊﺍﻟﻤﻴﺖ
ﺑﺸﺮﻁﻭﺍﺣﺪﻣﻦﺛﻼﺛﺔﺃﻣﻮﺭﺇﻣﺎ
ﺣﻀﻮﺭﻩﻋﻨﺪﻩﺃﻭﻗﺼﺪﻩﻟﻪ،ﻭﻟﻮﻣﻊ
ﺑﻌﺪ ﺃﻭ ﺩﻋﺎﺅﻩ ﻟﻪ،ﻭﻟﻮ ﻣﻊ ﺑﻌﺪ ﺃﻳﻀﺎ ﺍﻩ
"dan tahqiq bahwa bacaan
al-Qur'an memberikan
manfaat bagi mayyit
dengan memenuhi salah
satu syarat dari 3 syarat
yakni apabila dibacakan
dihadapan (disisi) orang
mati, atau apabila di
qashadkan (diniatkan/
ditujukan) untuk orang mati
walaupun jaraknya jauh,
atau mendo'akan
(bacaaannya) untuk orang
mati walaupun jaraknya
jauh juga. Intahaa".[6]
ﻓﺮﻉ:ﺛﻮﺍﺏﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓﻟﻠﻘﺎﺭﺉﻭﻳﺤﺼﻞ
ﻣﺜﻠﻪﺃﻳﻀﺎﻟﻠﻤﻴﺖﻟﻜﻦﺇﻥﻛﺎﻧﺖ
ﺑﺤﻀﺮﺗﻪ،ﺃﻭﺑﻨﻴﺘﻪﺃﻭﻳﺠﻌﻞﺛﻮﺍﺑﻬﺎﻟﻪ
ﺑﻌﺪﻓﺮﺍﻏﻬﺎﻋﻠﻰﺍﻟﻤﻌﺘﻤﺪﻓﻲﺫﻟﻚ
.…)ﻗﻮﻟﻪ:ﺃﻣﺎﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓﺇﻟﺦ(ﻗﺎﻝﻡﺭ:
ﻭﻳﺼﻞﺛﻮﺍﺏﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓﺇﺫﺍﻭﺟﺪﻭﺍﺣﺪ
ﻣﻦﺛﻼﺛﺔﺃﻣﻮﺭ؛ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓﻋﻨﺪﻗﺒﺮﻩ
ﻭﺍﻟﺪﻋﺎﺀﻟﻪﻋﻘﺒﻬﺎﻭﻧﻴﺘﻪﺣﺼﻮﻝ
ﺍﻟﺜﻮﺍﺏ ﻟﻪ
"(Cabang) pahala bacaan al-
Quﻮﺭ؛ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓﻋﻨﺪﻗﺒﺮﻩ
ﻭﺍﻟﺪﻋﺎﺀﻟﻪﻋﻘﺒﻬﺎﻭﻧﻴﺘﻪﺣﺼﻮﻝ
ﺍﻟﺜﻮﺍﺏ ﻟﻪ
"(Cabang) pahala bacaan al-
Qur'an adalah bagi si
pembaca dan pahalanya itu
juga bisa sampai kepada
mayyit apabila dibaca
dihadapan orang mati, atau
meniatkannya, atau
menjadikan pahalanya
untuk orang mati setelah
selesai membaca menurut
pendapat yang kuat
(muktamad) tentang hal itu,
…. Frasa (adapun pembacaan
al-Qur'an
–sampai akhir-),
Imam Ramli berkata : pahala
bacaan al-Qur'an sampai
kepada mayyit apabila telah
ada salah satu dari 3 hal :
membaca disamping
quburnya, mendo'akan
untuknya mengiringi
pembacaan al-Qur'an dan
meniatkan pahalanya
sampai kepada orang mati.
"[7]
Imam an-Nawawi asy-Syafi'i
rahimahullah:
ﻓﺎﻻﺧﺘﻴﺎﺭﺃﻥﻳﻘﻮﻝﺍﻟﻘﺎﺭﺉﺑﻌﺪ
ﻓﺮﺍﻏﻪ:ﺍﻟﻠﻬﻢّﺃﻭﺻﻞْﺛﻮﺍﺏَﻣﺎﻗﺮﺃﺗﻪ
ﺇﻟﻰ ﻓﻼﻥٍ؛ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
"Dan yang dipilih (qaul
mukhtar) agar berdo'a
setelah pembacaan al-
Qur'an : "ya Allah sampaikan
(kepada Fulan) pahala apa
yang telah aku baca",
wallahu a'lam".[8]
ﻭﺍﻟﻤﺨﺘﺎﺭﺍﻟﻮﺻﻮﻝﺇﺫﺍﺳﺄﻝﺍﻟﻠﻪ
ﺃﻳﺼﺎﻝﺛﻮﺍﺏﻗﺮﺍﺀﺗﻪ،ﻭﻳﻨﺒﻐﻰﺍﻟﺠﺰﻡ
ﺑﻪﻻﻧﻪﺩﻋﺎﺀ،ﻓﺈﺫﺍﺟﺎﺯﺍﻟﺪﻋﺎﺀﻟﻠﻤﻴﺖ
ﺑﻤﺎﻟﻴﺲﻟﻠﺪﺍﻋﻰ،ﻓﻼﻥﻳﺠﻮﺯﺑﻤﺎ ﻫﻮ
ﻟﻪﺃﻭﻟﻰ،ﻭﻳﺒﻘﻰﺍﻻﻣﺮﻓﻴﻪﻣﻮﻗﻮﻓﺎ
ﻋﻠﻰﺍﺳﺘﺠﺎﺑﺔﺍﻟﺪﻋﺎﺀ،ﻭﻫﺬﺍﺍﻟﻤﻌﻨﻰ
ﻻﻳﺨﺺﺑﺎﻟﻘﺮﺍﺀﺑﻞﻳﺠﺮﻯﻓﻲﺳﺎﺋﺮ
ﺍﻻﻋﻤﺎﻝ،ﻭﺍﻟﻈﺎﻫﺮﺃﻥﺍﻟﺪﻋﺎﺀﻣﺘﻔﻖ
ﻋﻠﻴﻪﺍﻧﻪﻳﻨﻔﻊﺍﻟﻤﻴﺖﻭﺍﻟﺤﻰﺍﻟﻘﺮﻳﺐ
ﻭﺍﻟﺒﻌﻴﺪ ﺑﻮﺻﻴﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ
"dan pendapat yang dipilih
(qaul mukhtar) adalah
sampai, apabila memohon
kepada Allah menyampaikan
pahala bacaannya, dan
selayaknya melanggengkan
dengan hal ini karena
sesungguhnya ini do'a,
sebab apabila boleh berdo'a
untuk orang mati dengan
perkara yang bukan bagi
yang berdo'a, maka
kebolehan dengan hal itu
bagi mayyit lebih utama,
dan makna pengertian
semacam ini tidak hanya
khusus pada pembacaan al-
Qur'an saja saja, bahkan
juga pada seluruh amal-amal
lainnya, dan faktanya do'a,
ulama telah sepakat bahwa
itu bermanfaat bagi orang
mati maupun orang hidup,
baik dekat maupun jauh,
baik dengan wasiat atau
tanpa wasiat". [9]
Al-Imam al-Bujairami
didalam Tuhfatul Habib :
ﻗﻮﻟﻪ:)ﻷﻥﺍﻟﺪﻋﺎﺀﻳﻨﻔﻊﺍﻟﻤﻴﺖ(
ﻭﺍﻟﺤﺎﺻﻞﺃﻧﻪﺇﺫﺍﻧﻮﻯﺛﻮﺍﺏﻗﺮﺍﺀﺓﻟﻪ
ﺃﻭﺩﻋﺎ ﻋﻘﺒﻬﺎ ﺑﺤﺼﻮﻝﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﻟﻪ ﺃﻭ ﻗﺮﺃ
ﻋﻨﺪﻗﺒﺮﻩﺣﺼﻞﻟﻪﻣﺜﻞﺛﻮﺍﺏﻗﺮﺍﺀﺗﻪ
ﻭﺣﺼﻞ ﻟﻠﻘﺎﺭﺉ ﺃﻳﻀﺎ ﺍﻟﺜﻮﺍﺏ
"Frasa : (karena
sesungguhnya do'a
bermanfaat bagi mayyit),
walhasil sesungguhnya
apabila pahala bacaan al-
Qur'an diniatkan untuk
mayyit atau di do'akan
menyampainya pahala
bacaan al-Qur'an kepada
mayyit mengiringi bacaan
al-Qur'an atau membaca al-
Qur'an disamping qubur
niscaya sampai pahala
bacaan al-Qur'an kepada
mayyit dan bagi si qari
(pembaca) juga
mendapatkan pahala". [10]
Al-'Allamah Muhammad az-
Zuhri didalam As-Siraaj :
ﻭﺗﻨﻔﻊﺍﻟﻤﻴﺖﺻﺪﻗﺔﻋﻨﻪﻭﻭﻗﻒﻣﺜﻼ
ﻭﺩﻋﺎﺀﻣﻦﻭﺍﺭﺙﻭﺃﺟﻨﺒﻲﻛﻤﺎﻳﻨﻔﻌﻪ
ﻣﺎﻓﻌﻠﻪﻣﻦﺫﻟﻚﻓﻲﺣﻴﺎﺗﻪﻭﻻ
ﻳﻨﻔﻌﻪﻏﻴﺮﺫﻟﻚﻣﻦﺻﻼﺓﻭﻗﺮﺍﺀﺓ
ﻭﻟﻜﻦﺍﻟﻤﺘﺄﺧﺮﻭﻥﻋﻠﻰﻧﻔﻊﻗﺮﺍﺀﺓ
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺃﻭﺻﻞ
ﺛﻮﺍﺏﻣﺎﻗﺮﺃﻧﺎﻩﻟﻔﻼﻥﺑﻞﻫﺬﺍﻻ
ﻳﺨﺘﺺﺑﺎﻟﻘﺮﺍﺀﺓﻓﻜﻞﺃﻋﻤﺎﻝﺍﻟﺨﻴﺮ
ﻳﺠﻮﺯﺃﻥﻳﺴﺄﻝﺍﻟﻠﻪﺃﻥﻳﺠﻌﻞﻣﺜﻞ
ﺛﻮﺍﺑﻬﺎﻟﻠﻤﻴﺖﻓﺎﻥﺍﻟﻤﺘﺼﺪﻕﻋﻦ
ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻻ ﻳﻨﻘﺺ ﻣﻦ ﺃﺟﺮﻩ ﺷﻲﺀ
"Bermanfaat bagi mayyit
yakni shadaqah mengatas
namakan mayyit, misalnya
waqaf, dan (juga
bermanfaat bagi mayyit
yakni) do'a dari ahli
warisnya dan orang lain,
sebagaimana
bermanfaatnya
perkara
yang dikerjakannya pada
masa hidupnya, namun yang
lainnya
tidak memberikan
manfaat seperti shalat dan
membaca al-Qur'an, akan
tetapi ulama mutakhkhirin
menetapkan atas
bermanfaatnya pembacaan
al-Qur'an, oleh karena itu
sepatutnya berdo'a : "ya
Allah sampaikanlah pahala
apa yang telah kami baca
kepada Fulan", bahkan hal
semacam ini tidak hanya
khusus pembacaan al-Qur'an
saja tetapi seluruh amal-
amal kebajikan lainnya juga
boleh dengan cara
memohon kepada Allah agar
menjadikan pahalanya
untuk mayyit, dan
sesuangguhnya orang yang
bershadaqah mengatas
namakan mayyit pahalanya
tidak dikurangi". .[11]
Dari beberapa keterangan
ulama-ulama Syafi'iyah
diatas maka dapat
disimpulkan bahwa qaul
masyhur pun sebenarnya
menyatakan sampai apabila
al-Qur'an dibaca hadapan
mayyit termasuk membaca
disamping qubur, [12] juga
sampai apabila meniatkan
pahalanya untuk orang mati
yakni pahalanya ditujukan
untuk orang mati, dan juga
sampai apabila mendo'akan
bacaan al-Qur'an yang telah
dibaca agar disampaikan
kepada orang yang mati.
Sekali Lagi Wahabi Sebagai
Peta Bi'ah Dunia
seharusnya membaca lebih
teliti.
CATATAN KAKI :
[1] Lihat : Ma'rifatus Sunani
wal Atsar [7743] lil-Imam al-
Muhaddits al-Baihaqi.
[2] Lihat : Riyadlush Shalihin
[1/295] lil-Imam an-
Nawawi ; Dalilul Falihin
[6/426] li-Imam Ibnu 'Allan ;
al-Hawi al-Kabir fiy Fiqh
Madzhab asy-Syafi'i (Syarah
Mukhtashar Muzanni) [3/26]
lil-Imam al-Mawardi dan
lainnya.
[3] Lihat : Fathul Wahab
bisyarhi Minhajit Thullab lil-
Imam Zakariyya al-Anshari
asy-Syafi'i [2/23].
[4] Lihat : al-Fatawa al-
Fiqhiyah al-Kubraa lil-Imam
Ibnu Hajar al-Haitami [2/27].
[5] Lihat : Tuhfatul Muhtaj
fiy Syarhi al-Minhaj lil-Imam
Ibn Hajar al-Haitami [7/74].
[6] Lihat : Futuhaat al-
Wahab li-Syaikh Sulailman
al-Jamal [2/210].
[7] Lihat : Ibid [4/67] ;
[8] Lihat : al-Adzkar lil-Imam
an-Nawawi [293]
[9] Lihat : al-Majmu' syarah
al-Muhadzdzab lil-Imam an-
Nawawi [15/522].
[10] Lihat : Tuhfatul Habib
(Hasyiyah al-Bujairami alaa
al-Khatib) [2/303]
[11] Lihat : as-Sirajul Wahaj
'alaa Matni al-Minhaj
lil-'Allamah Muhammad az-
Zuhri [1/344]
[12] Banyak komentar dan
anjuran ulama Syafi'iyyah
tentang membaca al-Qur'an
di quburan untuk mayyit,
sebagaimana yang
sebagiannya telah
disebutkan termasuk oleh
al-Imam Syafi'i sendiri.
Adapun berikut diantara
komentar lainnya, yang juga
berasal dari ulama
Syafi'iyyah diantara lain : al-
Imam
Ar-Rafi'i didalam
Fathul 'Aziz bisyarhi al-Wajiz
[5/249]
ﻭﺍﻟﺴﻨﺔﺍﻥﻳﻘﻮﻝﺍﻟﺰﺍﺋﺮﺳﻼﻡﻋﻠﻴﻜﻢ
ﺩﺍﺭ ﻗﻮﻡ ﻣﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭﺍﻧﺎ ﺍﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ
ﻗﺮﻳﺐﺑﻜﻢﻻﺣﻘﻮﻥﺍﻟﻠﻬﻢﻻﺗﺤﺮﻣﻨﺎ
ﺃﺟﺮﻫﻢﻭﻻﺗﻔﺘﻨﺎﺑﻌﺪﻫﻢﻭﻳﻨﺒﻐﻲﺃﻥ
ﻳﺪﻧﻮﺍﻟﺰﺍﺋﺮﻣﻦﺍﻟﻘﺒﺮﺍﻟﻤﺰﻭﺭﺑﻘﺪﺭﻣﺎ
ﻳﺪﻧﻮﻣﻦﺻﺎﺣﺒﻪﻟﻮﻛﺎﻥﺣﻴﺎﻭﺯﺍﺭﻩ
ﻭﺳﺌﻞﺍﻟﻘﺎﺿﻰﺃﺑﻮﺍﻟﻄﻴﺐﻋﻦﺧﺘﻢ
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥﻓﻲﺍﻟﻤﻘﺎﺑﺮﻓﻘﺎﻝﺍﻟﺜﻮﺍﺏ
ﻟﻠﻘﺎﺭﺉﻭﻳﻜﻮﻥﺍﻟﻤﻴﺖﻛﺎﻟﺤﺎﺿﺮﻳﻦ
ﻳﺮﺟﻰﻟﻪﺍﻟﺮﺣﻤﺔﻭﺍﻟﺒﺮﻛﺔﻓﻴﺴﺘﺤﺐ
ﻗﺮﺍﺀﺓﺍﻟﻘﺮﺁﻥﻓﻲﺍﻟﻤﻘﺎﺑﺮﻟﻬﺬﺍ
ﺍﻟﻤﻌﻨﻲﻭﺃﻳﻀﺎﻓﺎﻟﺪﻋﺎﺀﻋﻘﻴﺐ
ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓﺃﻗﺮﺏﺍﻟﻲﺍﻻﺟﺎﺑﺔﻭﺍﻟﺪﻋﺎﺀ
ﻳﻨﻔﻊ ﺍﻟﻤﻴﺖ
"dan sunnah agar peziarah
mengucapkan : "Salamun
'Alaykum dara qaumi
Mukminiin wa Innaa
InsyaAllahu 'an qariibi
bikum laa hiquun Allahumma
laa
tahrimnaa ajrahum wa
laa taftinnaa ba'dahum",
dan sepatutnya zair
(peziarah) mendekat ke
kubur yang diziarahi seperti
dekat kepada sahabatnya
ketika masih hidup ketika
mengunjunginya, al-Qadli
Abu ath-Thayyib ditanya
tentang mengkhatamkan al-
Qur'an dipekuburan maka
beliau menjawab ; ada
pahala bagi pembacanya,
sedangkan mayyit seperti
orang yang hadir yang
diharapkan mendapatkan
rahmat dan berkah baginya,
Maka disunnahkan membaca
al-Qur'an di pequburan
berdasarkan pengertian ini
(yaitu mayyit bisa
mendapatkan rahmat dan
berkah dari pembacaan al-
Qur'an) dan juga berdo'a
mengiringi bacaan al-Qur'an
niscaya lebih dekat untuk
diterima sebab do'a
bermanfaat bagi mayyit".
Al-Imam Ar-Ramli didalam
Nihayatul Muhtaj ilaa syarhi
al-Minhaj [3/36] :
ﻭﻳﻘﺮﺃﻭﻳﺪﻋﻮ(ﻋﻘﺐﻗﺮﺍﺀﺗﻪ،ﻭﺍﻟﺪﻋﺎﺀ
ﻳﻨﻔﻊﺍﻟﻤﻴﺖ ﻭﻫﻮﻋﻘﺐ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﺃﻗﺮﺏ
ﻟﻺﺟﺎﺑﺔ
"dan (disunnahkan ketika
ziarah) membaca al-Qur'an
dan berdo'a mengiri
pembacaan al-Qur'an,
sedangkan do'a bermanfaat
bagi mayyit, dan do'a
mengiringi bacaan al-Qur'an
lebih dekat di ijabah"
Al-'Allamah Syaikh
Zainuddin bin 'Abdil 'Aziz al-
Malibari didalam Fathul
Mu'in [hal. 229] :
ﻭﻳﺴﻦﻛﻤﺎﻧﺺﻋﻠﻴﻪﺃﻥﻳﻘﺮﺃﻣﻦ
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥﻣﺎﺗﻴﺴﺮﻋﻠﻰﺍﻟﻘﺒﺮﻓﻴﺪﻋﻮﻟﻪ
ﻣﺴﺘﻘﺒﻼ ﻟﻠﻘﺒﻠﺔ
"disunnahkan –
sebagaimana nas (hadits)
yang menerangkan tentang
hal itu- agar membaca apa
yang dirasa mudah dari al-
Qur'an diatas qubur,
kemudian berdo'a untuk
mayyit menghadap ke
qiblat"
Imam Ahmad Salamah al-
Qalyubiy didalam
Hasyiyatani Qalyubi wa
'Umairah pada pembahasan
terkait ziarah qubur :
ﻗﻮﻟﻪ:)ﻭﻳﻘﺮﺃ(ﺃﻱﺷﻴﺌﺎﻣﻦﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
ﻭﻳﻬﺪﻱﺛﻮﺍﺑﻪ ﻟﻠﻤﻴﺖ ﻭﺣﺪﻩ ﺃﻭ ﻣﻊ ﺃﻫﻞ
ﺍﻟﺠﺒﺎﻧﺔ،ﻭﻣﻤﺎﻭﺭﺩﻋﻦﺍﻟﺴﻠﻒﺃﻧﻪ
ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻹﺧﻼﺹ ﺇﺣﺪﻯ ﻋﺸﺮﺓ
ﻣﺮﺓ،ﻭﺃﻫﺪﻯﺛﻮﺍﺑﻬﺎﺇﻟﻰﺍﻟﺠﺒﺎﻧﺔﻏﻔﺮ
ﻟﻪ ﺫﻧﻮﺏ ﺑﻌﺪﺩ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻓﻴﻬﺎ
"frasa (dan –disunnahkan-
membaca al-Qur'an) yakni
sesuatu yang mudah dari al-
Qur'an, kemudian
menghadiahkan pahalanya
kepada satu mayyit atau
bersamaan ahl qubur
lainnya, dan diantara yang
telah warid dari salafush
shalih adalah bahwa
barangsiapa yang membaca
surah al-Ikhlas 11 kali, dan
menghadiahkan pahalanya
kepada ahl qubur maka
diampuni dosanya sebanyak
orang yang mati
dipekuburan itu".
Syaikh Mushthafa al-Buhgha
dan Syaikh Mushthafaa al-
Khin didalam al-Fiqhul
Manhaji 'alaa Madzhab al-
Imam asy-Syafi'i
rahimahullah [juz I, hal. 184]
:
ﻣﻦﺁﺩﺍﺏ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ:ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﺰﺍﺋﺮ
ﺍﻟﻤﻘﺒﺮﺓ،ﻧﺪﺏﻟﻪﺃﻥﻳﺴﻠﻢﻋﻠﻰ
ﺍﻟﻤﻮﺗﻰﻗﺎﺋﻼً:"ﺍﻟﺴﻼﻡﻋﻠﻴﻜﻢﺩﺍﺭ
ﻗﻮﻡﻣﺆﻣﻨﻴﻦ،ﻭﺇﻧﺎﺇﻥﺷﺎﺀﺍﻟﻠﻪﺑﻜﻢ
ﻻﺣﻘﻮﻥ.ﻭﻟﻴﻘﺮﺃﻋﻨﺪﻫﻢﻣﺎﺗﻴﺴﺮﻣﻦ
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ،ﻓﺈﻥﺍﻟﺮﺣﻤﺔﺗﻨﺰﻝﺣﻴﺚﻳُﻘﺮﺃ
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ،ﺛﻢﻟﻴﺪﻉﻟﻬﻢﻋﻘﺐﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ،
ﻭﻟﻴﻬﺪِﻣﺜﻞﺛﻮﺍﺏﺗﻼﻭﺗﻪﻷﺭﻭﺍﺣﻬﻢ،
ﻓﺈﻥﺍﻟﺪﻋﺎﺀﻣﺮﺟﻮﺍﻹِﺟﺎﺑﺔ،ﻭﺇﺫﺍ
ﺍﺳﺘﺠﻴﺐﺍﻟﺪﻋﺎﺀﺍﺳﺘﻔﺎﺩﺍﻟﻤﻴﺖﻣﻦ
ﺛﻮﺍﺏ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ.ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ .
"Diantara adab ziarah
qubur : apabila seorang
peziarah masuk area
pekuburan, disunnahkan
baginya mengucapkan
salam kepada orang yang
mati dengan ucapan :
Assalamu 'alaykum dara
qaumin mukminiin wa innaa
InsyaAllahu bikum laa
hiquun", kemudian
disunnahkan supaya
membaca apa yang mudah
dari al-Qur'an disisi qubur
mereka, sebab
sesungguhnya rahmat akan
diturunkan ketika dibacakan
al-Qur'an,
kemudian
disunnahkan supaya
mendo'akan mereka
mengiringi bacaan al-Qur'an,
dan
menghadiahkan pahala
tilawahnya untuk arwah
mereka, sebab
sesungguhnya do'a
diharapkan di ijabah,
apabila do'a dikabulkan
maka pahala bacaan al-
Qur'an akan memberikan
manfaat kepada mayyit ,
wallahu 'alam."
Hujjatul Islam Imam al-
Ghazali didalam kitab
monumentalnya yaitu
Ihyaa' 'Ulumuddin [4/492] :
ﻭﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﻘﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ
"tidak apa-apa dengan
membaca al-Qur'an diatas
qubur"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar